Sensor NDIR



Teknologi NDIR (Non-Dispersive Infrared) pada gas analyzer adalah metode optik non-kontak yang digunakan untuk mengukur konsentrasi gas spesifik seperti Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO₂), dan Hidrokarbon (HC) secara simultan, cepat, dan akurat. Teknologi ini menjadi standar emas dalam pengujian emisi otomotif (exhaust gas analyzer) karena mampu membedakan jenis-gas tersebut tanpa adanya gangguan interferensi.

1. Prinsip Kerja Dasar NDIR
Setiap molekul gas yang memiliki lebih dari satu jenis atom (seperti CO, CO₂, dan HC) memiliki frekuensi resonansi internal yang unik.
  • Ketika terpapar radiasi inframerah (IR), molekul gas tersebut akan menyerap cahaya IR pada panjang gelombang karakteristik tertentu.
  • Tingkat penyerapan cahaya berbanding lurus dengan konsentrasi gas di dalam ruang sampel (sesuai Hukum Beer-Lambert).
  • Kata "Non-Dispersive" berarti cahaya IR yang dipancarkan tidak dipecahkan oleh prisma atau kisi difraksi menjadi spektrum pelangi, melainkan langsung disaring menggunakan filter optik sempit sebelum mencapai detektor.

2. Spesifisitas Panjang Gelombang (CO, CO₂, HC)
Alasan utama NDIR sangat andal untuk mengukur ketiga gas ini sekaligus adalah karena masing-masing gas menyerap energi inframerah pada "sidik jari" panjang gelombang yang berbeda secara eksklusif:
  • Karbon Monoksida (CO): Menyerap cahaya IR secara optimal pada panjang gelombang sekitar 4.6 hingga 4.7 µm.
  • Karbon Dioksida (CO₂): Menyerap sangat kuat pada panjang gelombang sekitar 4.26 µm.
  • Hidrokarbon (HC - umumnya diukur sebagai Heksana atau Metana): Menyerap di kisaran panjang gelombang 3.3 hingga 3.4 µm.
Dengan menempatkan beberapa filter optik dan detektor dalam satu sistem gas analyzer, alat dapat membaca kadar CO, CO₂, dan HC sekaligus tanpa tertukar.

3. Komponen Utama di dalam Sensor NDIR
Sebuah gas analyzer berbasis NDIR modern umumnya terdiri dari komponen-komponen berikut:
  • Sumber Cahaya IR (Infrared Source): Lampu filamen mikro atau LED inframerah berdenyut yang memancarkan radiasi panas/IR.
  • Sel Sampel Gas (Sample Cell): Ruang tabung berlapisan cermin internal tempat gas buang dialirkan agar terjadi interaksi maksimal antara cahaya IR dan molekul gas.
  • Filter Optik (Optical Bandpass Filter): Filter yang hanya meloloskan panjang gelombang spesifik dari gas yang ingin diukur (misal 4.26 µm untuk CO₂) dan memblokir sisanya.
  • Detektor IR: Mengukur intensitas cahaya IR yang lolos. Jika gas sampel pekat, cahaya yang sampai ke detektor akan melemah. Isyarat ini kemudian diubah menjadi sinyal listrik dan dikalkulasi menjadi satuan persen (%) atau ppm (part per million) oleh mikroprosesor.
4. Keunggulan Teknologi NDIR pada Gas Analyzer
  • Selektivitas Tinggi (Akurasi Tinggi): Sangat spesifik karena didasarkan pada sifat fisik optik molekul, sehingga tidak akan salah mendeteksi gas lain (tidak sensitif silang).
  • Masa Pakai Panjang & Hemat Biaya: Karena gas tidak mengalami kontak kimia langsung dengan sensor, sensor NDIR tidak mengalami "keausan" atau keracunan zat kimia seperti sensor elektrokimia.
  • Kecepatan Respon (Real-time): Mampu mendeteksi perubahan konsentrasi gas dalam hitungan detik, sangat krusial saat memantau fluktuasi gas buang kendaraan atau mesin industri.
  • Stabilitas Jangka Panjang: Perangkat gas analyzer kelas atas (seperti standar OIML R99 Kelas 0) menggunakan sistem sensor aliran mikro (microflow) atau dual-beam untuk mengoreksi penyimpangan (drift) intensitas cahaya secara otomatis

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar